Acara ini juga menjadi ruang
kolaboratif antara perusahaan, komunitas, dan masyarakat untuk memperkuat kepedulian terhadap keberlanjutan lingkungan.
Dalam sambutannya, Dewi Utari juga menyampaikan bahwa pelestarian lingkungan tidak bsa dilakukan sendiri, tetapi membutuhkan kekuatan bersama.
“Inisiatif ini kami hadirkan sebagai ruang untuk belajar, berbagi, dan membangun kesadaran bersama untuk hidup lebih selaras dengan alam. Karena dari satu tangan yang memungut sampah, bisa lahir kesadaran. Satu benih yang ditanam, akan tumbuh harapan. Satu komunitas yang bergerak, tercipta masa depan yang lebih hijau,” jelasnya.
Pada kegiatan ini, Jasindo menggandeng Komunitas Masyarakat Peduli Ciliwung (Mat Peci) sebagai mitra sekaligus tuan rumah kegiatan. Dipimpin oleh pendirinya, Usman Firdaus, komunitas ini telah menjadi motor penggerak pelestarian lingkungan di kawasan Sungai Ciliwung.
“Kami sangat mengapresiasi inisiatif Narasemesta Jasindo. Ini menjadi ruang bagi komunitas seperti kami untuk bekerja sama dalam menjaga lingkungan secara lebih luas fari hulu ke hilir.

