IPOL.ID – Perusahaan migas lokal maupun internasional di Indonesia mulai menerapkan teknologi kecerdasan buatan (AI) guna mengoptimalkan produksi dan lifting migas.
Salah satunya, sebuah refinery unit di Indonesia sudah menggunakan sistem AI bernama RUVision, yang memadukan CCTV dengan analitik berbasis AI untuk deteksi dini potensi bahaya di area kilang.
“Teknologi ini bisa secara otomatis mengenali aktivitas berisiko, seperti kecepatan kendaraan berlebih atau indikasi kebocoran bahan berbahaya. Ini meningkatkan keamanan dan efisiensi operasional,” ujar Tenaga Ahli Menteri ESDM Satya Hangga Yudha Widya Putra di Global Digital Forum, Rusia, Jumat (6/6/25).
Selain pemanfaatan AI di sektor migas, Hangga juga menyoroti peran perbankan digital dan akses internet dalam mendorong pertumbuhan ekonomi.
Dengan 221 juta pengguna internet atau 79,5 persen populasi, potensi digital Indonesia dinilai besar untuk mempercepat inklusi keuangan dan pertumbuhan ekonomi.
Indonesia menargetkan pertumbuhan ekonomi 8 persen pada 2028–2029 dan menjadi negara maju pada 2045.
