Kemudian, untuk kegiatan pemeliharaan berkala secara mekanis dilakukan di 12 lokasi strategis, yaitu: DIR Kubu Komplek Kabupaten Kubu Raya, DIR Teluk Bayur Kabupaten Kubu Raya, DIR Sebubus Komplek Kabupaten Sambas, DIR Sarang Burung Komplek Kabupaten Sambas, DIR Pimpinan Komplek Kabupaten Sambas, DIR Pemangkat Komplek Kabupaten Sambas, DIR Sebangkau Komplek Kabupaten Sambas, DIR Selakau Komplek Kabupaten Sambas, DIR Semelagi Komplek Kabupaten Sambas, DIR Pematang Gadung I Kabupaten Ketapang, DIR Pematang Gadung II Kabupaten Ketapang, dan DIR Sungai Kinjil Kabupaten Ketapang.
“Sedangkan untuk kegiatan pengendalian daya rusak air, selain untuk mendukung ketahanan air dan pangan, kegiatan ini juga ditujukan untuk mengurangi risiko bencana banjir yang kerap terjadi di wilayah Sungai Kapuas dan anak sungainya,”kata Kepala BWS Kalimantan I Pontianak Pramono.
Pengendalian daya rusak air di wilayah Sungai Kapuas tersebut dilaksanakan melalui penanganan banjir di Sungai Melawi yang merupakan anak Sungai Kapuas, penanganan banjir di jalur Trans Kalimantan, serta pemeliharaan berkala drainase utama perkotaan. (ahmad)
