“Filipina tidak bisa dianggap sebelah mata. Apalagi target kita kan mau lolos grup, bahkan mungkin bisa semifinal, bahkan juara. Karena terakhir, saya menyaksikan sendiri, waktu itu kita final melawan Vietnam di Thailand, Sayang kita kalah waktu itu,” tambah Erick.
Suporter yang menyaksikan laga kualitas Garuda Muda di stadion berkapasitas 78 ribu tersebut memang hanya sekitar 2.700 penonton.
Jumlah itu, jauh jika dibandingkan dengan penampilan Timnas Indonesia senior. Saat timnas senior turun, SUGBK selalu dipenuhi suporter dengan rata-rata 60 ribu penonton per pertandingan.
“Saya mengajak para suporter untuk datang dan dukung Timnas masa depan ini saat lawan Filipina dan Malaysia besok. Saya katakan Timnas masa depan karena merekalah nanti menjadi penerus Jay Idzes dkk. Kami terus harapkan pecinta sepak bola nasional terus dukung Timnas di semua level ,” pungkasnya.
Senada, pelatih Timnas U-23 Indonesia Gerald Vanenburg juga meminta timnya tak cepat berpuas diri.
Banyak hal yang bisa kita lakukan. Kita perlu berpikir hari demi hari, laga demi laga, apa yang bisa saya kembangkan. Dan, saya pikir itulah yang harus kita lakukan,” kata Vanenburg.
