Sebelum dibuka kembali, jalur akan diverifikasi terlebih dahulu oleh tim gabungan dari Basarnas, TNI, Polri, dan Tim Mountaineering Indonesia. Pembukaan jalur hanya dilakukan jika dinyatakan benar-benar aman.
“Pembukaan hanya dilakukan setelah semua pihak menyatakan jalur aman dan layak digunakan,” katanya.
Ia juga meminta masyarakat dan wisatawan untuk mematuhi keputusan ini demi keamanan bersama.
“Keselamatan jiwa pendaki adalah prioritas. Jalur hanya dibuka kembali jika seluruh standar keamanan telah terpenuhi melalui koordinasi lintas instansi,” kata dia.
Masyarakat yang ingin mengetahui perkembangan terkini dapat menghubungi Balai Taman Nasional Gunung Rinjani atau Posko Basarnas terdekat.
Sebelumnya diberitakan, dua WNA asal Belanda dan Swiss terjatuh saat mendaki di Gunung Rinjani, Insiden pertama menimpa pendaki Swiss bernama Benedikt Emmenegger, yang terjatuh pada Rabu (16/7).
Korban memulai pendakian via Jalur Sembalun pada Selasa (15/7). Ia dilaporkan terjatuh di jalur Pelawangan Sembalun menuju Danau Segara Anak.

