Runway ditutup dengan manis oleh koleksi “Falling for the Bloom” dari label Haze Be Wear milik desainer Harry Hasibuan. Koleksi ini merupakan ode untuk keindahan bunga yang bermekaran—metafora yang lembut namun kuat untuk merayakan perempuan dan keanggunan alaminya.
Dengan dominasi potongan loose dan siluet mengalir, koleksi ini menghadirkan busana yang elegan sekaligus nyaman dikenakan untuk berbagai kesempatan. Dress, setelan blouse & rok, hingga kombinasi blouse & celana dirancang inklusif untuk segala usia, tanpa kehilangan sisi modis.
Material pilihan seperti lace, tulle, organza, dan beludru berbaur dengan kain songket serta tenun tradisional, menciptakan tekstur kaya yang memanjakan mata. Warna-warna cerah seperti oranye, kuning, pink, hijau, dan nude memberikan nuansa segar yang menghidupkan runway—sekaligus mencerminkan semangat dan vitalitas musim semi dalam balutan busana.
Gelaran JF3 Fashion Festival 2025 sekali lagi menunjukkan perannya bukan sekadar sebagai panggung mode tahunan, melainkan sebagai selebrasi gaya, budaya, dan identitas. APPMI sebagai inisiator menghadirkan keberagaman narasi fashion Indonesia dalam satu panggung yang kuat secara visual dan emosional.

