“Di dalam tim sendiri kami sudah sepakat bahwa untuk tidak ada tekanan ke pemain karena ini baru awal. Ini adalah kejurnas pertama yang diikuti pemain jadi kami biarkan anak-anak untuk merasakan atmosfer kompetisi di luar Palangkaraya itu seperti apa, karena sebelumnya mereka hanya bermain di kejuaraan di Palangkaraya saja,” jelasnya.
“Kami sebenarnya tidak mencari kalah atau menang dalam Kejurnas ini. Kami ingin menanamkan kepada pemain filosofi bermain bola basket ini seperti apa. Karena itu ini prosesnya jangka panjang dan tim ini terus mau belajar, tidak mau ketinggalan apa yang terjadi di Pulau Jawa,” jelas Yhoni.
Batang Garing sendiri baru berdiri pada tahun 2012 berdiri. Saat ini, tim ini memiliki 132 pemain putra dan putri dengan pemain terendah usia 12 tahun.
Perjuangan mereka untuk belajar menguatkan permainan ditunjukkan dalam tekadnya dalam mengikuti Kejurnas ini. Mereka rela menempuh perjalanan sampai 26 jam dari Palangkaraya melalui jalur laut untuk sampai di GOR Unesa Surabaya.
