Sekolah Rakyat juga akan menggunakan pembelajaran dengan learning management system (LMS). Sehingga membutuhkan akses internet memadai.
Lebih lanjut, terkait keamanan akses internet yang akan digunakan oleh siswa sekolah rakyat, Robben menegaskan juga akan menggandeng Komdigi untuk melakukan pemblokiran konten atau situs yang tidak layak diakses oleh anak-anak.
Sementara itu, dalam sambutannya, Menteri Komdigi Meutya Hafid menyatakan pihaknya menyokong dua hal untuk sekolah rakyat, yaitu infrastruktur digital dan komunikasi publik.
“Jadi sekolah rakyat ini juga terkoneksi dengan internet yang baik dan cepat,” kata Meutya.
Ia menyatakan akan mengutamakan membantu area Sekolah Rakyat yang membutuhkan akses internet cepat. “Pada prinsipnya semua memang nanti akan dilengkapi akses intermet yang cepat. Speed-nya tergantung kebutuhan masing-masing,” jelasnya.
Usai proses serah terima bantuan, Meutya juga menyempatkan meninjau sarana dan prasarana Sekolah Rakyat SMA 20 BBPPKS Yogyakarta yang berkapasitas 75 siswa/siswi. Dia mengecek langsung kondisi asrama putra/putri, asrama untuk wali asrama, ruang makan, dan ruang kelas.
