Menurut Nasrullah, jamaah yang dirawat di RS Arab Saudi ini berasal dari sejumlah embarkasi. Ada satu jamaah dari Embakasi Banjarmasin (BDJ) dan Kertajati (KJT); dua jamaah dari Embarkasi Jakarta – Pondok Gede (JKG), Embarkasi Lombok (LOP), dan Embarkasi Padang (PDG); tiga jamaah dari Embarkasi Makassar (UPG); empat jamaah dari Embarkasi Batam (BTH); serta lima jamaah dari Embarkasi Aceh (BTJ), Embarkasi Palembang (PLM), Jakarta – Bekasi (JKS), Embarkasi Solo (SOC), dan Embarkasi Surabaya (SUB).
“Bagi keluarga yang ingin mengetahui keadaan jamaah yang dirawat di RS Arab Saudi, kami sudah siapkan tim penghubung yang bisa dihubungi, baik di Madinah, Mekkah, maupun Jeddah,” tegas Nasrullah.
“Saat ini, ada juga lima perawat Indonesia yang ada di Saudi dan kita rekruit untuk membantu memantau perkembangan kondisi kesehatan jemaah haji,” lanjutnya.
Berikut daftar nama dan nomor kontak tim penghubung KUH dan Tim Perawat:
1. Ahmad Hasidin (Tim KUH di Madinah): +966 50 300 6176
2. Hesti (Perawat di Madinah): 0535132495
3. Dwi (Perawat di Madinah): 0535495392
4. Misbah Baharun (Tim KUH di Makkah): +966 56 155 2687
5. Fitri (Perawat di Makkah): 0534992418
6. Meyka (Peeawat di Makkah): 0506393462
7. Azzam Mahfudz (Tim KUH di Jeddah): +62 535 161741
8. Devi Kania (Perawat di Jeddah): 0538639658. (ahmad)
