Menanggapi kejadian tersebut, Kasatreskrim Polres Blitar, AKP Momon Suwito, mengatakan pihaknya sudah melakukan langkah cepat dengan mendatangi lokasi kejadian serta melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Pemeriksaan terhadap korban, saksi, dan pihak sekolah juga langsung dilakukan.
“Kami sudah jemput bola. Tim langsung fatang dan melakukan olah TKP. Korban sudah kita visum, dan hari ini juga kami periksa beberapa orang, termasuk terduga pelaku,” kata AKP Momon Suwito, pada Senin (21/7/2025).
Menurut AKP Momon, kasus ini ditangani secara serius dengan tetap mempertimbangkan bahwa seluruh pihak yang terlibat masih berstatus pelajar. Polisi juga melibatkan instansi terkait, termasuk unit perlindungan perempuan dan anak (PPA), dinas sosial, serta dinas pendidikan.
Namun dari hasil penyelidikan sementara, motif perundungan ini diduga karena korban kerap mengolok-olok para kakak kelasnya, sehingga menimbulkan dendam dan berujung pada aksi kekerasan secara beramai-ramai.
“Dugaan sementara motifnya karena korban sering mengolok-olok, lalu dibalas dengan kekerasan oleh para pelaku. Namun, ini masih kita dalami lebih lanjut,” ungkapnya.
