Menurut Mirza, dia berdagang sepatu berbagai merek ternama baik online maupun offlline dengan omzet didapat dalam satu minggu bisa mencapai sekitar Rp10 juta. Satu bulan keuntungan lebih dari 10 juta rupiah.
“Keuntungan itu belum untuk sewa kios seluas 3×4 meter persegi selama satu bulan Rp3 juta. Saya sewa 2 kios jadi Rp6 juta,” katanya.
Adanya musibah kejadian kebakaran ini, dagangannya merugi hingga mencapai Rp500 juta. Sepatu merek adidas hingga nike semuanya hangus terbakar, tidak tersisa.
“Tidak ada yang bisa diselamatkan barang dagangan sepatu semuanya di dalam kios. Untung masih ada sebagian stok sepatu disimpannya di rumah, tapi teman yang berusaha sepatu lain simpan stok di kios semua, jadi tidak ada yang selamat barang-barang dagangannya”.
Sementara, hal yang sama dialami oleh pedagang nasi dan lauk di Pasar Taman Puring, Yayang, 42. Meski tidak terlalu terdampak parah, namun tempat usaha berjualan nasinya pada bagian depan kiosnya turut hangus terbakar.
Dia bersama sang kakak Ismeli, 60, meneruskan usaha berjualan nasi dan lauk milik Almarhumah Ibunda Lilis yang meninggal dunia tahun 2013. Dengan adanya kejadian kebakaran ini dia syok ketika dihubungi teman-temannya.
