“Melalui program pengembangan SDM ini, Kemnaker ingin memastikan bahwa koperasi sebagai bentuk usaha yang berakar pada komunitas memiliki SDM yang siap bekerja secara modern dan profesional. Pengembangan SDM koperasi adalah langkah krusial dalam menciptakan kemandirian dalam ekosistem ekonomi yang inklusif, berdaya saing, dan tangguh menghadapi tantangan zaman,” terang Menaker.
Ia lebih lanjut menjelaskan, sebagai langkah awal, program percontohan telah diselenggarakan pada tanggal 14–18 Juli 2025 dengan melibatkan 180 SDM koperasi yang mengikuti pelatihan secara offline di BPVP Bekasi dan BPVP Surakarta, serta secara online melalui 103 mockup yang tersebar di seluruh provinsi.
Program percontohan ini ditujukan untuk mendukung peluncuran program KDKMP yang akan dipusatkan di Klaten, Jawa Tengah, pada 21 Juli 2025 dan menjadi fondasi penting sebelum program pengembangan SDM ini diperluas ke skala nasional.
“Kami meyakini bahwa selain didukung modal usaha, kesuksesan sebuah koperasi juga perlu didukung oleh modal manusia, terutama SDM yang siap mengelola koperasi secara bijak, akuntabel, dan berorientasi pada kesejahteraan bersama. Program ini adalah wujud nyata semangat kekeluargaan dan gotong royong antarkementerian, demi membangun koperasi yang mampu tumbuh secara berkelanjutan dan memberi kontribusi besar bagi kesejahteraan masyarakat,” paparnya.
