IPOL.ID-Musibah Kebakaran yang melanda kawasan padat penduduk di Palmerah, Jakarta Barat menjadi perhatian gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung.
Kebijakan “Satu RT, Satu APAR” untuk mitigasi awal, Pramono dinilai upaya tersebut belum cukup untuk sepenuhnya mencegah bencana.
“Walaupun kami sudah mengeluarkan peraturan mengenai satu RT satu APAR, ya kebakaran memang terkadang tidak bisa dihindari,” ujar Pramono, Jumat (4/7/2025).
Dikatakanya, persoalan kebakaran banyak disebabkan tingginya kepadatan permukiman di Jakarta. Kondisi itu, kata dia membuat penanganan bencana seperti kebakaran menjadi jauh lebih kompleks dan lamban.
“Kepadatan dan persoalan tata ruang menjadi tantangan utama di Jakarta. Tetapi yang jelas, yang paling penting saat ini adalah bagaimana meminimalkan dampaknya terhadap warga,” tegasnya.
Guna mengatasi kepadatan penduduk, Pramono mengungkapkan bahwa pemerintah daerah tengah menyusun skema relokasi bagi para korban terdampak.
Salah satu opsi yang dikaji adalah kawasan Kampung Muara, Jakarta Utara, yang sebelumnya juga menjadi lokasi rawan kebakaran.
