Dalam orasinya, Mahathir yang baru saja genap berusia 100 tahun menyindir keras kepemimpinan Anwar.
“Sudah tiga tahun, apa yang rakyat dapat? Saya kira dia senang melihat kita menderita,” tegas Mahathir. “Cukup, silakan mundur.”
Menurut pihak kepolisian dan pejabat kota, jumlah peserta aksi diperkirakan antara 18 ribu hingga 50 ribu orang.
Anwar yang naik sebagai perdana menteri dengan janji reformasi dan pemberantasan korupsi, nepotisme, serta kronisme, kini menghadapi tekanan politik yang semakin kuat.
Sebagai respons menjelang demonstrasi, pemerintah mengumumkan serangkaian kebijakan populis seperti bantuan tunai RM100 atau sekitar Rp385 ribu untuk seluruh warga dewasa dan penurunan harga bahan bakar bersubsidi.
Langkah ini dianggap sebagai upaya meredam kemarahan publik dan mencegah semakin banyaknya massa turun ke jalan.
“Baru setelah kami putuskan untuk turun aksi, dia umumkan bantuan-bantuan itu,” ujar Norhamizah Mohamed (48), peserta aksi.
“Bukan karena kami benci, tapi kecewa dengan cara dia memimpin.”
