“Kami di daerah sendiri merasa kebingungan, karena dengan pembekuan Asosiasi Tinju Amatir International(IBA) oleh IOC yang sekaligus menunjuk World Boxing sebagai penggantinya, harus segera disikapi oleh semua pihak,” kata petinju yang memiliki nama lengkap Bonyx Yusak Saweho yang juga pernah tampil di Olimpiade Athena 2004 itu, ketika diwawancarai awak media via whattsap, Minggu(20/7).
Bonyx Saweho, yang kini aktif melahirkan petinju-petinju muda di Tanah Kelahirannya, Manado itu berharap dengan berdirinya Pengurus Besar Tinju Indonesia(Perbati) yang berafiliasi kepada Badan Tinju Amatir Dunia (World Boxing), dapat membawa prestasi para petinju Indonesia di ajang single maupun multievent tinju international.
Sementara itu, Sekjen Perbati, Hengky Silatang SH, juga turut memberikan apresiasi langkah yang ditempuh Menpora demi pembinaan tinju amatir nasional.
“Sangat tepat. Ini adalah upaya yang dilakukan oleh pemerintah dalam.hal ini Kemenpora selaku pemangku kebijakan untuk menentukan arah prestasi tinju nasional,”papar Hengky Silatang.
