Satu lagi pecatur Indonesia yang menang adalah IM Aditya Bagus Arfan (2391). Pecatur berusia 19 tahun yang disponsori oleh PT United Traktors ini mengalahkan pecatur perempuan asal Kazakhstan FM Iren Lyutsinger (2308). Di sini Adit kembali membuktikan bahwa tidak ada masalah lagi dalam menghadapi pecatur perempuan yang bule sekalipun.
Ia main penuh percaya diri, dan mulai unggul sejak membuat komplikasi di langkah 25 yang keliru diantisipasi oleh Iren. Bahkan sejak langkah 27 Adit terus mengancam skakmat sambil memetik bidak-bidak Iren satu persatu. Lihat diagram 3. Posisi saat Iren menyerah karena teracam mati atau kehilangan materi banyak sekali.
Sementara IM Nayaka Budhidharma (2389) kembali menunjukkan ketahanan mental dan pemahaman teori permainan akhir yang baik dengan menahan remis GM Sandipan Chanda (2482 India) pada langkah 90 pertahanan Sicilia Sozin. Nayaka sebetulnya sempat unggul posisi setelah Sandipan mengorbankan Kudanya untuk ditukar dengan tiga bidak.
Namun ketidakakuratannya dalam permainan tengah membuat ia harus bertahan total dalam permainan akhir ia memiliki Gajah dan Kuda serta tiga bidak melawan Sandipan yang memiliki Benteng dan enam bidak. Beruntung Sandipan tidak berani main komplikasi sehingga terjadi pengulangan langkah terus menerus dan remis disetujui pada langkah 90. Lihat diagram 4, posisi saat remis disepakati.
