“Kita mulai ukur (tingkat) kecemasan, depresi, agar bisa ditindaklanjuti lebih awal,” terangnya.
Sementara itu, Direktur Jenderal (Dirjen) Kesehatan Primer dan Komunitas, Kemenkes, Maria Endang Sumiwi mengatakan, program CKG Sekolah menyasar anak usia 7 hingga 17 tahun. Adapun jenis pemeriksaan yang dilakukan disesuaikan dengan jenjang pendidikan para siswa.
“Dalam Cek Kesehatan Gratis itu juga sesuai dengan masalah-masalah kesehatan yang dihadapi anak-anak kita, juga beban penyakit yang besar yang dihadapi oleh masyarakat. Itu yang menentukan apa saja yang nanti kita periksa,” katanya.
Berikut jenis pemeriksaan yang dilakukan pada CKG Sekolah:
Siswa SD/Sederajat (7–12 tahun)
1. Status gizi
2. Merokok (kelas 5-6)
3. Tingkat aktivitas fisik (kelas 4-6)
4. Tekanan darah
5. Gula darah
6. Tuberkulosis
7. Telinga
8. Mata
9. Gigi
10. Jiwa
11. Hati (hepatitis B)
12. Kesehatan reproduksi (kelas 4-6)
13. Riwayat imunisasi (kelas 1)
Siswa SMP/Sederajat (13–15 tahun)
1. Status gizi
2. Merokok
3. Tingkat aktivitas fisik
4. Tekanan darah
5. Gula darah (kelas 7)
6. Tuberkulosis
7. Talasemia
8. Anemia (kelas 7)
9. Telinga
10. Mata
11. Gigi
12. Jiwa
13. Hati (hepatitis B dan C)
14. Kesehatan reproduksi
15. Riwayat imunisasi HPV (kelas 9 putri)
