Gempa terjadi karena pergerakan sesar Tokoraru ini turut menimbulkan kerusakan dan sejumlah kerugian materil yaitu 12 unit rumah rusak berat, 33 unit rumah rusak ringan, satu fasilitas ibadah rusak berat, dua fasilitas ibadah rusak ringan, dan satu fasilitas pendidikan rusak berat.
Sebelumnya, pada Minggu siang, BMKG mencatat masih adanya 27 aktivitas gempa bumi susulan dengan kekuatan M3,3. Meski demikian, gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami.
“Masyarakat diimbau untuk selalu tetap waspada dan tidak mempercayai informasi yang tidak jelas sumbernya”.
Tim Reaksi Cepat BNPB pada Senin (18/8) telah bergerak ke wilayah terdampak di Kabupaten Poso guna mendampingi Pemerintah Daerah Poso dalam penanganan darurat.
Kejadian bencana selanjutnya yaitu kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Padang Lawas Utara, Provinsi Sumatera Utara. Kebakaran terjadi pada lahan sawit milik warga di Desa Mangaledang Lama, Kecamatan Portibi pada Minggu (17/8) sekitar pukul 15.30 WIB.
BPBD Kabupaten Padang Lawas Utara, bersama dengan Satpol PP, Pemadam Kebakaran serta masyarakat melaksanakan pemadaman di lokasi. Api berhasil dipadamkan pada pukul 18.00 WIB. Kejadian ini mengakibatkan seluas lima hektar lahan hangus dilalap si jago merah.
