Ghawean Dewe dari Jakarta juga mencuri perhatian dengan konsep zero waste. Produk berbasis sisa kain batik ini memberdayakan Ibu rumah tangga, pensiunan, dan pemuda lokal. Bagi mereka batik bukan sekadar motif, namun juga menjadi cerita keberlanjutan dan pemberdayaan.
Boneka ramah lingkungan, perlengkapan ibadah, dan pakaian anak-anak dari Ghawean Dewe mendapatkan respons positif dari pembeli internasional yang menghargai nilai sosial dan lingkungan.
Lalu dari Yogyakarta, Adeline Kusuma menghadirkan busana ramah lingkungan dengan teknik pewarnaan Titrik berpadu Sashiko Jepang. Koleksinya menekankan sustainable fashion dengan bahan alami seperti Jolawe dan Tingi.
Busana Kayo Official milik Fei Kayo menampilkan fashion muslim modern yang memukau dengan identitas Nusantara melalui gaun, blouse, outerwear, dan hijab berbahan serat alam dengan teknik lasercut.
Ellena Fashion milik Joanita menonjolkan syal dan busana batik elegan, menghadirkan cerita budaya Nusantara dalam setiap helai kain. Sedangkan Galeri Keke dari Kabupaten Tangerang mengangkat keunikan anyaman daun pandan, memberdayakan lebih dari 100 pelaku UMKM dari hulu ke hilir, dan menekankan keberlanjutan bahan lokal.
