Berdasarkan estimasi peta guncangan (shake map), gempa ini menimbulkan guncangan di daerah Kota Panaragan; Sungkai Barat, Sungkai Tengah, Sungkai Utara, Kota Kotabumi, Lampung Utara; Kota Pringsewu dengan skala intensitas III MMI (Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan-akan truk berlalu).
Kemudian di wilayah Kota Agung dengan skala intensitas II – III MMI (Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan akan truk berlalu).
Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut. Namun demikian, hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa ini tidak berpotensi tsunami.
“Tidak berpotensi tsunami,” tegas Daryono.
“Hingga pukul 09.23 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan (aftershock),” tambahnya.
Daryono mengimbau kepada masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh isu-isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Masyarakat juga diimbau agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan gempa.
