Di laga krusial penyisihan lanjutan, mereka kembali bertemu wakil Malaysia, KintanTiger FC, dan berhasil meraih kemenangan dramatis lewat adu penalti dengan skor 4-3. Kemenangan ini memastikan langkah mereka ke babak knock-out.
Babak 16 besar menjadi panggung bagi Almer Nibras dan kawan-kawan untuk semakin menunjukkan kemampuan mereka. Dengan gol tunggal dari Raditya Putra, tim berhasil menyingkirkan Ragazzo Tok Jaya 1-0 dan melaju ke babak delapan besar. Sayangnya, perjuangan mereka harus terhenti setelah kalah tipis 0-1 dari KSAH di babak tersebut.
Penanggung jawab tim, Taufik Panji Alam, menyampaikan apresiasi atas pengalaman berharga yang didapat selama kompetisi berlangsung. Ia mengakui bahwa tim menghadapi tekanan luar biasa, baik dari pendukung lawan maupun keputusan wasit yang kurang adil. “Setiap pertandingan selalu diwarnai tekanan dari suporter dan wasit yang berat sebelah, namun kami tetap bangga dengan perjuangan anak-anak,” ujarnya.
Panji juga menambahkan bahwa gangguan tersebut menjadi pelajaran berharga bagi tim untuk terus berbenah. Ia memberikan pujian atas semangat pantang menyerah yang ditunjukkan para pemain muda KONI Allstar Indonesia U15. “Mereka berjuang dengan penuh semangat dan menjaga kebugaran agar tetap prima,” tambahnya.
