IPOL.ID – Presiden Prabowo Subianto menyebut perjalanan panjangnya dalam kancah politik nasional menjadi cermin nyata berjalannya demokrasi di Indonesia.
Dalam pidato kenegaraannya pada Sidang Tahunan MPR RI di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (15/8), Prabowo menyinggung kegagalannya dalam empat dari lima kali pencalonan presiden.
“Saya adalah bukti bahwa demokrasi kita berjalan karena saya ikut pemilu lima kali. Alhamdulillah empat kali kalah, tapi hari ini saya berdiri di depan majelis ini,” kata Prabowo.
Ia juga mengaitkan momentum ini dengan takdirnya memimpin Indonesia sebagai Presiden ke-8 pada perayaan 80 tahun kemerdekaan RI. Prabowo pun mengucapkan Dirgahayu ke-80 Kemerdekaan RI.
Perjalanan politik Prabowo dimulai pada 2004 saat ia mengikuti Konvensi Capres Golkar, namun terhenti di putaran akhir setelah kalah suara dari Wiranto.
Pada Pilpres 2009, ia berpasangan dengan Megawati Soekarnoputri, tetapi kalah dari duet Susilo Bambang Yudhoyono–Boediono.
Tak menyerah, Prabowo kembali maju di Pilpres 2014 bersama Hatta Rajasa, dan Pilpres 2019 dengan Sandiaga Uno. Keduanya berakhir dengan kekalahan dari pasangan Joko Widodo, masing-masing dengan Jusuf Kalla dan Ma’ruf Amin.
