Ia menambahkan, peserta tertua bahkan berusia 79 tahun. Wapres Gibran menyebut para lansia ini sebagai panutan yang harus dicontoh. “Tepuk tangan untuk Bapak Ibu kakek nenek kita semua. Tetap semangat walaupun sudah berusia lanjut. Ini patut dicontoh bahwa olahraga itu tidak mengenal batas usia,” katanya disambut tepuk tangan riuh dari seluruh hadirin.
Semangat kompetitif yang riang gembira ini juga menjadi cerminan dari Indonesia sesungguhnya, seperti yang disampaikan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Dito Ariotedjo. “FORNAS adalah wajah Indonesia yang sesungguhnya. Kompetitif tapi riang gembira. Perbedaan usia larut dalam satu tujuan,” ujar Menpora Dito.
Gubernur NTB, Dr. H. Lalu Muhammad Iqbal, juga mengapresiasi kerja keras seluruh panitia dan stakeholder yang telah membuat FORNAS kali ini menjadi yang terbaik sepanjang masa. Ia berpesan agar semangat olahraga masyarakat terus berlanjut.
“Ini kebanggaan dari NTB untuk Indonesia. Memang kita belum sempurna, fasilitas belum maksimal, tapi FORNAS kali ini adalah pembelajaran. Mohon maaf jika ada kekurangan, dan semoga semua kontingen selamat sampai daerah masing-masing,” katanya.
