“Kami juga memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak terpenuhi segera,” ujarnya.
Proses pembersihan material yang menutup akses menuju lokasi terdampak juga masih terus maksimalkan. Tim gabungan pun harus bertarung dengan waktu. Karena sejumlah wilayah belum dapat dijangkau, termasuk 18 desa di Kecamatan Mauponggo yang masih terisolasi akibat terputusnya akses jalan, jaringan listrik dan sinyal komunikasi.
Untuk sementara, upaya penyaluran bantuan logistik akan didukung oleh jajaran BPBD Provinsi NTT melalui jalur laut. Distribusi bantuan itu dijadwalkan dapat bergeser pada Kamis (11/9/2025) besok.
Bantuan akan dikirimkan ke lokasi terdampak, di antaranya, 100 lembar selimut, 100 unit matras, 75 paket hygiene kit, 50 paket peralatan masak, serta 25 unit kasur lipat. Selain itu, BPBD Provinsi merekomendasikan kebutuhan tambahan berupa makanan siap saji untuk mendukung para penyintas.
Kemudian kebutuhan mendesak lainnya yang masih diperlukan antara lain, tenda, bahan makanan, pakaian, kebutuhan bayi, serta opsi droping bantuan logistik melalui udara ke wilayah-wilayah terisolir.
