Fokus pemerintah adalah membangun prestasi olahraga nasional tanpa mengusik urusan dalam negeri negara lain.
“Dan kita tidak ikut campur dengan politik atau kebijakan masing-masing negara, tapi mohon maaf kalau kami di Indonesia ingin olahraganya maju,” katanya.
“Ingin sepak bolanya bagus, ingin bulu tangkisnya bagus, pencak silatnya mendunia, olahraga-olahraga kita ingin maju ya kita harus lakukan itu. Tapi kami tidak intervensi, tidak ikut campur isu-isu negara lain,” imbuhnya.
Dalam pernyataan resminya, FIFA menyatakan FAM melanggar Pasal 22 Kode Disiplin FIFA (FDC) terkait pemalsuan dokumen.
Hukuman yang dijatuhkan yakni, denda 350 ribu CHF (sekitar Rp7,3 miliar) untuk FAM, denda 2 ribu CHF (sekitar Rp41,8 juta) bagi masing-masing pemain naturalisasi, serta larangan bermain selama satu tahun untuk tujuh pemain yang terlibat.
Adapun nama-nama pemain naturalisasi Malaysia yang terkena sanksi ialah Joao Figueiredo, Jon Irazabal, Hector Hevel, Imanol Machuca, Gabriel Palmero, Facundo Garces, dan Rodrigo Holgado. (far)
