Hingga saat ini, baru PT Vivo Energy Indonesia (Vivo) yang resmi menyepakati pembelian BBM dari Pertamina. Kesepakatan itu sudah diberitakan sebelumnya, sementara negosiasi dengan BU swasta lain seperti Shell dan BP-AKR masih berlangsung.
Laode menegaskan proses negosiasi antara Pertamina dan BU swasta berjalan normal, tanpa kebuntuan. “Enggak ada deadlock. Kan kemarin sudah ada (kesepakatan), tinggal poinnya saja. Jadi tunggu saja, minggu ini akan ada lagi,” katanya.
Meski begitu, Laode mengaku tak mengetahui detail isi negosiasi karena hal itu termasuk ranah business to business (B2B). Namun ia memastikan stok BBM sudah tersedia dan tinggal menunggu kesepakatan final.
“Yang jelas BBM-nya sudah ada di pelabuhan, di kargo. Jadi, sebenarnya ini tinggal kecepatan antara swasta dan Pertamina melakukan proses negosiasi,” jelasnya.
Pemerintah berharap dalam waktu dekat, lebih banyak BU swasta yang mengikuti langkah Vivo agar suplai BBM kembali lancar di seluruh SPBU swasta.(Vinolla)

