Senada dengan hal tersebut, Pelatih Kepala MilkLife Soccer Challenge Tangerang, Leonardo Sedubun mengatakan regenerasi pemain semakin terlihat pada penyelenggaraan MLSC di Tangerang. Atlet KU 10 yang kini naik kelas ke KU 12 mengalami peningkatan kualitas yang cukup baik. Sedangkan di KU 10, tidak sedikit dihiasi wajah-wajah baru yang merupakan hasil promosi para siswi masing-masing sekolah yang sebelumnya mengikuti Festival SenengSoccer KU 8. Melalui pantauan yang ketat, saat ini Leo sudah mengantongi sejumlah pemain yang masuk ke dalam radar talent scouting.
“Dalam pantauan kami sudah ada kurang lebih 60 anak dan di dalamnya ada 40% yang merupakan pemain-pemain baru. Nanti kita akan seleksi lagi hingga terpilih 25 pemain terbaik. Para pemain pendatang baru juga cukup diperhitungkan, karena sekarang kemampuan peserta lebih merata tidak didominasi satu atau dua sekolah saja. Sehingga pertandingan sejak hari pertama sampai final terasa begitu kompetitif” ungkap Leo.
Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang, Agus Supriatna menilai bahwa MilkLife Soccer Challenge merupakan sarana positif untuk pembentukan karakter siswi melalui bidang olahraga. Keterlibatan guru di setiap sekolah, diharapkan mampu mendorong minat anak didik, khususnya para siswi terhadap keikutsertaan untuk mengikuti secara rutin turnamen sepak bola KU 10 dan KU 12 tersebut.
