Perbaikan jalan tersebut sangat membantu dalam penanganan darurat pasca banjir. Sebelumnya Rabu (10/9), BPBD setempat menyebutkan akses jalan menuju lokasi terdampak sulit dilalui kendaran dan sebagian besar mengalami kerusakan total.
Bencana banjir bandang berdampak pada 14 desa tersebar di tiga Kecamatan, yaitu Kecamatan Mauponggo, Nangaroro dan Boawae.
Dampak bencana hingga Kamis (11/9) pukul 11.00 WIB, tercatat korban meninggal dunia 5 orang, hilang 3 orang, luka-luka 3 orang dan 30 lainnya mengungsi sementara waktu.
“Mereka yang dinyatakan hilang masih dalam pencarian petugas SAR gabungan”.
Sedangkan kerugian material tercatat rumah hanyut 1 unit, rusak berat 1 unit, dan fasilitas terdampak berupa kantor 2 unit, jembatan 2 unit dan 3 ruas jalan utama. BPBD Kabupaten Nagekeo masih melakukan pendataan di lapangan, seperti kerusakan rumah, jumlah ternak, luas lahan sawah dan kebun yang terkena banjir bandang.
Menyikapi penanganan darurat, Pemerintah Kabupaten Nagekeo menetapkan status tanggap darurat bencana cuaca ekstrem. Status tersebut tertuang dalam surat keputusan Nomor 330/KEP/HK/2025 yang berlaku mulai 9 hingga 30 September 2025.
