Henry menegaskan, keberadaan tim K9 bukan hanya soal tugas kepolisian, tetapi juga wujud pelayanan kemanusiaan.
“Polri hadir bukan saja menjaga keamanan, tetapi juga memberi pertolongan saat bencana. Kehadiran K9 adalah wujud nyata kepedulian itu,” tegas Henry.
Dengan penambahan dua K9 SAR ini, Polda NTT optimistis dapat lebih cepat, tepat, dan tanggap dalam setiap upaya penyelamatan korban bencana di wilayah Nusa Tenggara Timur.
Sebelumnya, tim K9 Ditpolsatwa Korsabhara Baharkam Polri bersama Unit Satwa K9 Ditsabhara Polda NTT telah diturunkan dalam operasi pencarian korban banjir bandang di Mauponggo, Kabupaten Nagekeo. Kehadiran mereka mendapat apresiasi besar dari masyarakat setempat.
Iptu Erasnus Hermi Talaperuw menuturkan, warga bahkan menggelar acara perpisahan khusus bagi tim K9.
“Selama bertugas, warga begitu menghargai kehadiran tim K9. Mereka bahkan membuat acara perpisahan, sesuatu yang belum pernah kami alami sebelumnya. Itu bukti betapa besar apresiasi masyarakat terhadap Polri,” ungkapnya. (ahmad)
