Adapun di sisi produksi, Jihan menekankan bahwa JJC Rumah Jahit juga memberdayakan perempuan di sekitar lingkungan usahanya. “Kami melibatkan ibu rumah tangga untuk mempelajari berbagai keahlian fesyen, mulai dari pemotongan pola hingga finishing. Saat ini, sekitar 80 persen pekerja di butik rumahan kami adalah perempuan,” ungkapnya.
Perjalanan usaha yang makin berkembang ini ternyata tidak terlepas dari dukungan BRI, di mana JJC Rumah Jahit tergabung dalam program Rumah BUMN BRI Jakarta sejak 2024. “Banyak manfaat yang kami peroleh, terutama dari pelatihan online gratis yang diadakan setiap hari dan bisa diikuti seluruh anggota grup. Selain itu, kami juga mendapat informasi penting terkait pitching dan kesempatan pameran,” tuturnya.
Tahun ini, JJC Rumah Jahit kini menargetkan omzet hingga Rp1 miliar melalui pembenahan internal, inovasi produk, serta ekspansi ke ranah B2B untuk menjaga kontinuitas bisnis. Tidak hanya di pasar domestik, produk JJC Rumah Jahit juga telah dilirik wisatawan mancanegara, mulai dari Malaysia, Brunei, hingga sejumlah negara di Eropa.
