“Ini masih terus kami selidiki. Kami ingin tahu siapa pengedar yang bermain di balik kasus ini,” tegas Andi.
Informasi lain menyebutkan, dari 15 pelajar yang terlibat, terdapat 12 siswi. Namun setelah pemeriksaan, hanya empat siswi terbukti positif menggunakan narkoba dan kini telah diserahkan ke BNNK Kendari untuk menjalani rehabilitasi.
“Kasus ini sudah ditangani Polres Kendari. Kami sangat prihatin sekaligus kaget dengan kejadian ini. Ini menjadi tamparan keras bagi dunia pendidikan di Kota Kendari,” ungkap Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Kendari, Saemina, pada Rabu (24/9/2025).
Polresta Kendari juga memanggil orang tua siswa untuk mendampingi anak-anak mereka selama pemeriksaan. Pendekatan ini dipilih agar para pelajar tidak merasa dihakimi, melainkan diperlakukan sebagai korban yang perlu diselamatkan.
Saemina pun mengimbau peran aktif keluarga dalam mengawasi pergaulan anak. “Kami berharap orang tua lebih memperhatikan anak-anaknya. Peran keluarga sangat penting agar kejadian seperti ini tidak terulang,” katanya.
