Diketahui, ini bukan pertama kali layar bioskop dipakai pemerintah. Tahun 2018, Presiden ke-7 Joko Widodo juga sempat menayangkan iklan kinerja jelang Pemilu 2019. Waktu itu, Menteri Kominfo Rudiantara bilang iklan tersebut sah karena bukan kampanye, cuma laporan kinerja.
Alasan lain: jumlah penonton bioskop terus melonjak. Dari 96 juta orang pada 2014, melonjak jadi 150 juta penonton pada 2018, dengan layar bioskop bertambah dari 1.000 jadi 1.700. Kini, target pemerintah jelas: generasi muda yang betah nongkrong di bioskop. (bam)

