Pertandingan semifinal dan final dijadwalkan berlangsung pada Senin, 20 Oktober 2025, di Hall 1, Exhibition World Bahrain, mulai pukul 10.00 waktu setempat.
“Alhamdulillah sangat senang serasa mimpi jadi kenyataan, kerja keras selama ini terbayar,” ujar Qiken.
“Awal awal cukup menyulutkan karena permainan dari Kazakhstan cukup unik, alhamdulillah berkat fokus dan bantuan dari coach tika semuanya bisa teratasi dan bisa membalikkan kemenangan,” lanjut Habbil.
Sebagai informasi tambahan, pencak silat untuk pertama kalinya dipertandingkan di ajang Asian Youth Games dan masuk dalam perolehan medali. Hal ini merupakan hasil dari buah diplomasi yang dilakukan Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia) untuk menduniakan pencak silat sebagai cabang olahraga bela diri asli Indonesia. (bam)
