Meski sempat terguncang akibat insiden tersebut, kegiatan penyediaan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Desa Sagoe dikonfirmasi tetap berjalan normal.
BGN menegaskan, pelayanan gizi bagi anak-anak tidak boleh terhenti oleh tindakan kekerasan apa pun.
“Program ini menyangkut masa depan jutaan anak Indonesia. Kami akan memastikan semua petugas di lapangan bekerja dalam suasana aman dan bermartabat,” tutup Sony.
Kasus ini menjadi ujian bagi aparat penegak hukum untuk membuktikan bahwa tidak ada kekebalan hukum bagi pejabat publik, terutama ketika tindakan mereka berpotensi mencederai misi kemanusiaan.
BGN berharap peristiwa di Desa Sagoe menjadi yang terakhir, dan menjadi pengingat bahwa perlindungan terhadap petugas pelayanan sosial harus menjadi prioritas negara.(Vinolla)
