BMKG juga mencatat bahwa suhu muka laut di perairan Indonesia saat ini cenderung hangat dan diperkirakan tetap bertahan hingga beberapa bulan ke depan. Kondisi ini justru bisa meningkatkan potensi pembentukan awan hujan di sejumlah daerah.
“Suhu laut hangat berpotensi meningkatkan curah hujan hingga 150 persen dari normalnya, terutama di wilayah Sumatera bagian selatan, Jawa, Bali, NTB, NTT, Kalimantan tengah dan selatan, serta Sulawesi,” ungkap Supari.
Meski La Nina tahun ini diprediksi lemah, BMKG tetap mengingatkan masyarakat dan pemerintah daerah untuk mewaspadai potensi hujan lebat yang bisa memicu banjir, longsor, dan genangan air, terutama di daerah rawan dan bertopografi curam.
“La Nina lemah bukan berarti tanpa risiko. Suhu laut hangat dapat memperkuat potensi hujan di beberapa daerah,” ujarnya menegaskan.
BMKG memastikan akan terus memantau perkembangan iklim dan memberikan pembaruan informasi secara berkala agar seluruh pihak dapat meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi perubahan cuaca yang dinamis.(Vinolla)
