Acara silaturahmi ini diharapkan menjadi wadah dialog dan kolaborasi yang konstruktif dalam menghadapi risiko sosial dan transportasi di wilayah Jakarta Selatan. “Sinergi antara pemerintah, tokoh agama, dan tokoh masyarakat diharapkan dapat menghasilkan solusi yang konkret dan berkelanjutan demi kesejahteraan masyarakat luas,” pungkas Rafik.
Kegiatan ini juga diisi sosialisasi perlindungan transportasi publik oleh pihak Transjakarta, yang bertujuan memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang akses layanan transportasi yang aman, nyaman, serta dapat menunjang aktivitas warga. (msb/dani)
