IPOL.ID – BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Jakarta Kebon Sirih menggelar sosialisasi program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (Jamsostek) bagi ratusan kader Dasawisma se-Kelurahan Menteng, Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat.
Kegiatan yang berlangsung di Kantor Kelurahan Menteng ini dihadiri oleh Lurah Menteng, Indrawan Prasetyo, Sekretaris Kelurahan, Kepala Seksi Kesejahteraan Sosial, serta seluruh kader Dasawisma dari berbagai RW di wilayah tersebut.
Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Jakarta Kebon Sirih, Indra Iswanto, menjelaskan kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pentingnya perlindungan Jamspstel bagi seluruh lapisan pekerja, termasuk sektor informal. “Kader Dasawisma memiliki peran strategis dalam menyebarkan informasi dan menggerakkan masyarakat. Melalui sosialisasi ini, kami ingin memastikan mereka memahami manfaat dan mekanisme perlindungan BPJS Ketenagakerjaan,” ujar Indra.
Lebih lanjut Indra mengatakan kader Dasawisma dapat terdaftar sebagai peserta Bukan Penerima Upah (BPU), yang mencakup tiga program perlindungan utama, yaitu Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKM), dan Jaminan Hari Tua (JHT). Ketiganya memberikan manfaat yang sangat penting, terutama bagi pekerja informal yang tidak memiliki jaminan penghasilan tetap. “Cukup dengan iuran Rp36.800 per bulan, peserta telah mendapatkan perlindungan penuh terhadap risiko kerja dan jaminan masa depan,” jelas Indra.
Menurut Indra, program JKK memberikan perlindungan komprehensif mulai dari pembiayaan pengobatan tanpa batas, santunan kehilangan penghasilan selama masa pemulihan, hingga beasiswa pendidikan bagi anak peserta yang meninggal dunia atau mengalami cacat total akibat kecelakaan kerja. Sementara itu, program JKM memberikan santunan hingga Rp42 juta bagi ahli waris peserta yang meninggal dunia, dan JHT membantu peserta menyiapkan dana tabungan untuk masa tua.
“Manfaat yang diterima jauh lebih besar dibandingkan nilai iurannya. Karena itu, kami terus mendorong masyarakat untuk bergabung agar terlindungi dari risiko sosial dan ekonomi,” tutur Indra. Ia menambahkan, BPJS Ketenagakerjaan akan terus menggencarkan sosialisasi di tingkat kelurahan untuk menjangkau lebih banyak pekerja sektor informal yang rentan kehilangan penghasilan akibat risiko kerja.
Sosialisasi ini disambut antusias oleh para peserta. Kader Dasawisma berkomitmen untuk menyebarluaskan pengetahuan yang mereka peroleh kepada masyarakat di lingkungan masing-masing, sehingga semakin banyak warga yang memahami dan memanfaatkan program jaminan sosial ketenagakerjaan.
Sementara itu, Lurah Menteng, Indrawan Prasetyo, mengapresiasi langkah BPJS Ketenagakerjaan dalam menyelenggarakan kegiatan ini. Menurutnya, kader Dasawisma merupakan ujung tombak dalam upaya pemberdayaan keluarga dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. “Kegiatan ini sangat bermanfaat karena membekali kader dengan wawasan baru tentang perlindungan sosial. Mereka dapat menjadi agen perubahan di masyarakat untuk membangun lingkungan yang lebih sejahtera dan berdaya,” ujar Indrawan.
Ia berharap sinergi antara pemerintah kelurahan dan BPJS Ketenagakerjaan dapat terus terjalin dalam berbagai program sosial yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan warga. ”Dengan begitu, program BPJS Ketenagakerjaan dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali,” tegas Indrawan. (msb/dani)
