Bun menilai bahwa Rp300 miliar yang dikurangi dari subsidi pangan seharusnya bisa digunakan untuk mencukupi kebutuhan-kebutuhan pangan warga Jakarta.
“Seharusnya, anggaran subsidi pangan sebesar Rp300 miliar itu, apabila dipertahankan, bisa memenuhi kebutuhan pangan warga Jakarta, mulai dari beras, daging, telur, dan lain-lainnya,” sambungnya.
“Alih-alih mempertahankan itu, Banggar malah memprioritaskan pemberian dana hibah kepada Forkopimda yang dampaknya bagi masyarakat masih dipertanyakan,” lanjutnya.
Ia juga menambahkan bahwa anggaran sebanyak Rp200 miliar untuk Forkopimda sebenarnya dapat digunakan untuk keperluan-keperluan lainnya. Salah satunya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bisa memerhatikan keterbatasan lahan pemakaman yang kini menjadi permasalahan yang tidak dapat di tunda.
“Sekalipun anggaran subsidi pangan ditarik dan dialihkan untuk keperluan lainnya, masih ada kepentingan-kepentingan lainnya yang menurut saya lebih mendesak. Salah satunya adalah keterbatasan lahan pemakaman. Hal itu menjadi permasalahan besar bagi warga Jakarta kini. Seharusnya, sebagian dari dana untuk Forkopimda tersebut bisa dialihkan ke sini,” jelasnya.
