Proyek yang jadi sorotan, yakni proyek cable trap atau instalasi kabel bawah tanah di kawasan Fatmawati, Jakarta Selatan; proyek speed table atau alat pengatur lalu lintas di Simpang Jalan Fatmawati-Jalan Kartini Raya, Jakarta Selatan, tepatnya di belokan arah Stasiun MRT Fatmawati dan proyek saluran air di Jalan Arjuna Selatan, Jakarta Barat. Proyek-proyek ini menyebabkan gangguan lalu lintas dan kemacetan parah di kawasan tersebut.
Untuk mengatasinya, Pram berjanji akan mendorong percepatan pelaksanaan proyek sejak awal tahun anggaran, bahkan sebelum tahun anggaran berjalan, melalui percepatan proses lelang.
“Nanti untuk APBD 2026, dari awal kalau perlu bahkan sebelumnya, sudah dilakukan lelang, seperti yang dulu pernah dilakukan Pemerintah Pusat, menterinya pada waktu itu Pak Basuki (Menteri PUPR),” ungkapnya.
Pram menilai, pola pelaksanaan proyek seperti ini pernah berhasil diterapkan ketika dia masih menjabat di Pemerintahan Pusat. Karena itu, dia berkomitmen untuk membawa pola serupa ke lingkungan Pemprov DKI Jakarta. “Saya akan dorong supaya nggak semuanya (proyek pembangunan) kejar-kejaran di akhir tahun,” tandasnya.(sofian)
