Bukan hanya warga sekitar Batu Ampar yang datang, tetapi juga dari wilayah Batu Aji, Bengkong, dan Botania. Mayoritas pengunjung adalah ibu rumah tangga yang tertarik lantaran harga bawang merah di Batam kini mencapai hampir Rp40.000 per kilogram.
Ketua RT 002 Sei Tering II, Sobarja, mengatakan penemuan ini sempat membuat warga senang karena bisa mendapatkan bawang gratis, namun ia khawatir bila tumpukan bawang dibiarkan akan menimbulkan masalah lingkungan.
“Bagus kalau warga terbantu, tapi kalau dibiarkan bisa menimbulkan bau busuk dan penyakit,” ujarnya.
Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Batu Ampar, Iptu M Brata Ul Usna, membenarkan adanya informasi tersebut dan mengatakan petugas masih melakukan pengecekan di lapangan.
“Kejadiannya memang di Tanjung Sengkuang. Tapi petugas masih turun ke lapangan untuk memastikan,” katanya.
Hingga kini, belum diketahui siapa pihak yang membuang bawang dalam jumlah besar tersebut serta dari mana asalnya. Polisi masih menyelidiki untuk memastikan penyebab dan tujuan pembuangan.(Vinolla)

