Namun di balik pesona glamornya, Sirikit dikenal sebagai pribadi yang hangat dan peduli pada masyarakat kecil. Ia aktif mendirikan berbagai yayasan sosial, terutama untuk mendukung perempuan pedesaan dan pelestarian budaya tradisional Thailand.
Dalam beberapa tahun terakhir, kesehatan Sirikit menurun. Ia menderita berbagai penyakit, termasuk infeksi darah yang sempat memburuk pada awal Oktober ini. Sejak itu, ia menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Chulalongkorn hingga menghembuskan napas terakhir.
Jenazah mendiang Ibu Suri akan disemayamkan di Dusit Thorne Hall, Istana Agung, Bangkok, tempat para anggota keluarga kerajaan dan rakyat memberi penghormatan terakhir.
Raja Vajiralongkorn telah menetapkan masa berkabung nasional selama satu tahun untuk mengenang sosok ibu dan ratu yang telah berjasa besar bagi negeri Gajah Putih tersebut.
Bagi rakyat Thailand, Ratu Sirikit bukan sekadar permaisuri. Ia adalah simbol keibuan, keteguhan, dan kasih tanpa batas sosok yang kehadirannya menenangkan dan menginspirasi.
