Bahlil menambahkan, rencana penerapan mandatori E10 juga menjadi bagian dari kerja sama energi antara Indonesia dan Brasil negara yang sudah lebih dulu menerapkan kebijakan serupa dengan kadar etanol bervariasi dari E30 hingga E100 di sejumlah wilayah.
“Mereka (Brasil) mandatori etanol, di negara mereka itu E30, tapi di beberapa negara bagian sudah ada sampai E100, ada juga E85,” ujarnya.
Sebagai langkah awal, pemerintah telah mengirim tim ke Brasil untuk melakukan pertukaran pandangan dan membangun kolaborasi pembelajaran terkait penerapan bioetanol.
“Karena ini sesuatu yang baru, maka saya kirim tim ke Brasil untuk bertukar pandangan dengan beberapa pakar di sana. Mereka juga akan ke sini untuk saling memberi informasi dan pengetahuan tentang pengalaman, termasuk pendataan regulasi,” kata Bahlil.
Sebelumnya, Bahlil juga mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah memberikan persetujuan atas program mandatori etanol 10 persen dalam campuran BBM. Program ini diharapkan mampu menekan emisi karbon sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.

