“Tempat dia ditemukan waktu jatuh dan ditolong itu bukan lokasi penusukannya. Jadi kami masih mendalami di mana tepatnya kejadian itu berlangsung,” kata Suparmin.
Selain itu, polisi juga tidak menemukan kamera CCTV di sekitar lokasi kejadian yang bisa merekam peristiwa tersebut.
Isu sempat beredar di media sosial bahwa peristiwa itu merupakan aksi pembegalan. Namun, Suparmin menegaskan hal tersebut tidak benar. Setelah dilakukan pemeriksaan awal, tidak ada barang berharga milik korban yang hilang.
“Karena beritanya sempat dibilang begal. Tapi faktanya, tidak ada barang korban yang diambil,” tegasnya.
Polisi kini masih mendalami motif penusukan serta memburu pelaku yang melarikan diri usai kejadian.
Korban hingga kini masih dalam penanganan medis. Identitasnya belum diungkap ke publik atas pertimbangan keamanan dan privasi. Pihak keluarga disebut sudah mengetahui peristiwa tersebut.
Sementara itu, warganet ramai menyoroti bahaya menerima orderan offline, terutama bagi pengemudi ojek online. Banyak yang mengingatkan agar mitra ojol selalu berhati-hati dan hanya menerima pesanan melalui aplikasi resmi.(Vinolla)

