“Ya, itu terjadi di Shinhan setelah putaran kedua. Saya cedera punggung. Meski lolos kualifikasi, saya memutuskan untuk mundur, karena ingin menjaga punggung saya. Saya bahkan tidak bisa memukul bola. Jadi, saya kembali ke Thailand, menemui fisioterapis saya, dan mendapatkan perawatan untuk meningkatkan mobilitas (tubuh saya),” kata Pavit.
Ia sempat kembali bermain di turnamen Yeangder TPC minggu berikutnya dan kemudian di Mercuries Taiwan Masters. Ia hanya finis di T20, tapi gagal lolos cut di event berikutnya. Karena itu, permainannya yang luar biasa di PIK Golf Course tersebut patut diapresiasi. Pavit terakhir menjadi juara adalah pada 2018 di Sabah Masters (Asian Tour). Namun, ia menjuarai turnamen Asian Development Tour di Singha Laguna Phuket Open 2024. Ia merupakan pemegang 8 gelar juara ADT, terbanyak sepanjang sejarah ADT.
Meski unggul dengan 1 pukulan, Pavit tetap harus mewaspadai 2 pegolf yang cukup berpengalaman di lapangan karya Robert Trent Jones Jr. ini. Bhullar dan Lewton telah membuktikan diri bahwa mereka mampu menaklukkan PIK Golf Course ketika berhasil menjadi juara Indonesia Open (2013 dan 2024).
