Sikap penolakan ini, lanjut Gus Fahrur, merupakan bentuk konsistensi moral yang telah ditunjukkan Indonesia dalam sejarahnya.
Ia mengingatkan kembali peristiwa pada tahun 1958, di mana Indonesia memilih untuk mundur dari babak kualifikasi Piala Dunia agar tidak harus berhadapan dengan Israel.
“Sejarah mencatat Indonesia pernah mundur dari kualifikasi Piala Dunia 1958, karena tidak ingin bertanding melawan Israel. Sikap itu menunjukkan konsistensi moral bangsa kita,” katanya.
Lebih jauh, penolakan ini juga merupakan bentuk solidaritas terhadap rakyat Palestina yang masih menghadapi penindasan dan pendudukan oleh Israel.
“Dari dulu sampai sekarang, sikap kita jelas, menolak penjajahan, menolak penindasan, dan menolak segala bentuk normalisasi dengan penjajah,” katanya. (far)
