“Bagi Jakarta, turnamen ini lebih dari sekadar golf. Seiring dengan transformasi Jakarta menjadi Kota Global, kami ingin dikenal tidak hanya sebagai pusat bisnis dan budaya, tetapi juga sebagai destinasi olahraga. Dari Asian Games, Piala Dunia Basket, hingga maraton internasional dan sepak bola: kami bangga menambahkan golf kelas dunia ke dalam daftar tersebut,” kata Pramono.
“Dengan menjadi tuan rumah turnamen kelas dunia seperti ini, Jakarta mengundang warga global untuk mendapatkan pengalaman, mulai dari peluang kerja dan investasi hingga pertemuan budaya, dan tentu saja untuk kesempatan bermain dan berkompetisi di sini,” tambahnya.
Kebanggaan Pemprov DKI Jakarta ini pun makin lengkap dengan kesuksesan 3 pegolf Indonesia yang berhasil lolos cut. Kevin C. Akbar menjadi pegolf tuan rumah yang membukukan skor terendah dari 2 rekannya yang lain. Kevin membukukan skor total 274 (6-di bawah-par), dan berada di T29.
Jonathan Wijono justru mengalami penurunan di putaran akhir. Ia harus puas di posisi T66 dengan 281 (1-di atas-par), sedangkan Gabriel Hansel Hari menduduki posisi juru kunci (76) dengan 289 (9-di atas-par). (bam)
