“Kasih dulu kesempatan kepada ASN DKI untuk menduduki jabatan Sekda. Kalau memang tidak ada yang memenuhi kriteria, baru dibuka open bidding. Jangan sampai kesannya ASN DKI tidak ada yang mampu,” tegasnya.
Lebih lanjut, Tom mengingatkan Gubernur Pramono agar berhati-hati terhadap wacana penempatan orang dari luar ASN DKI sebagai Sekda DKI. Menurutnya, langkah tersebut berpotensi menggeser prinsip profesionalisme ASN di lingkungan pemerintahan daerah.
“Mas Pramono harus serius dan hati-hati. Jabatan Sekda DKI itu prestisius, jadi jangan sampai dipengaruhi faktor politik atau like and dislike partai,” ujarnya.
Tom juga menambahkan, Sekda ideal adalah sosok yang mampu menjaga komunikasi antara Gubernur dan DPRD, serta memahami nilai-nilai kebatinan kepemimpinan gubernur. “Sekda itu bukan hanya administratif, tapi juga harus punya rasa, mampu menjaga harmoni, dan memahami arah kebijakan gubernur,” pungkasnya.(sofian)
