“Sebelum kejadian, kendaraan kami parkir di Pasar Cerenti. Kami kemudian melakukan penertiban dan memusnahkan puluhan rakit PETI. Namun, sejumlah warga yang diduga diprovokasi pelaku PETI melawan dan melakukan tindakan anarkis,” jelas Ricky, Rabu (8/10/2025).
Ia menambahkan, pihak kepolisian sudah berulang kali memberikan imbauan dan melakukan sosialisasi, namun aktivitas tambang ilegal masih marak.
“Banyak warga sebenarnya mendukung penertiban ini karena dampaknya sudah merusak lingkungan. Sayangnya, sebagian justru termakan provokasi,” ujar Ricky.
Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun petugas yang terluka dalam kejadian tersebut.
Bupati Kuansing, Suhardiman Amby, yang turut hadir di lapangan, sempat berusaha menenangkan warga. Ia menegaskan bahwa penertiban dilakukan atas instruksi Gubernur Riau dan Kapolda Riau.
“Warga sudah diingatkan berulang kali. Polres, Pemkab, hingga ninik mamak sudah melakukan sosialisasi, tapi pelaku PETI tetap membandel,” tegas Suhardiman.
Ia juga meminta agar para penambang segera mengurus izin resmi jika ingin beroperasi secara legal.
