Menurut data Kementerian Ketenagakerjaan, lulusan SMK masih menjadi kelompok penyumbang tertinggi tingkat pengangguran terbuka di Indonesia. Kondisi ini menjadi panggilan bagi dunia industri untuk terlibat aktif menciptakan solusi yang konkret.
Melalui Sharp Class, Sharp Indonesia tidak hanya memberikan pelatihan, tetapi juga membangun ekosistem pembelajaran berbasis praktik industri nyata, agar siswa memahami proses kerja, standar kualitas, serta etika profesional yang berlaku di dunia kerja.
Lise Tiasanty, S.Pd., MM., Customer Satisfaction Head Division, PT Sharp Electronics Indonesia, menjelaskan bahwa program ini merupakan bagian dari komitmen jangka panjang Sharp Indonesia dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan vokasi.
“Kami percaya bahwa pendidikan vokasi memiliki peran strategis dalam mencetak tenaga kerja terampil dan kompeten. Melalui Sharp Class, kami ingin menghadirkan pembelajaran yang aplikatif dan relevan dengan kebutuhan industri saat ini, terutama di bidang AC, PCI, dan AUVI yang terus berkembang. Harapannya, para siswa SMKN 39 Jakarta dapat menjadi talenta siap kerja yang unggul dan berdaya saing tinggi,” ungkap Lise.
