“Percepatan belanja ini akan menjadi salah satu katalis di perekonomian, mendorong kegiatan ekonomi, dan ini kita harapkan nanti contribute kepada angka pertumbuhan, sudah pasti contribute kepada tadi penciptaan lapangan kerja, dan juga contribute kepada kemiskinan, kesejahteraan, dan yang lain,” ucap Wamenkeu.
Lebih lanjut, salah satu stimulus kunci dilakukan Pemerintah dengan menempatkan Rp200 triliun kas pemerintah di perbankan, yang semula berada di Bank Indonesia. Kebijakan ini menurutnya merupakan bagian dari manajemen kas yang bertujuan menyediakan likuiditas yang cukup ample di perbankan. Penurunan suku bunga diharapkan memicu gairah investasi dan membuat kegiatan ekonomi lebih feasible, yang pada akhirnya akan mendorong pertumbuhan ekonomi.
Terkait investasi, Wamenkeu Suahasil memastikan kebijakan fiskal sejalan dengan upaya perbaikan iklim investasi melalui reformasi struktural, kepastian hukum, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM). Ia menyebut, Pemerintah terus memperkuat sektor pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur agar dapat mendukung dunia usaha dan memperkuat fondasi ekonomi nasional.

